Duku/Lansium domesticum Corr

Posted on March 5, 2011

0


Duku  (Lansium   domesticum   Corr)  merupakan   tanaman   buah   berupa   pohon   yang  berasal     dari  Indonesia.    Sekarang      populasi    duku   sudah    tersebar    secara    luas   di  seluruh pelosok nusantara. Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia  Tenggara bagian Barat, Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan  di   sebelah   Timur.   Jenis   ini   masih   dijumpai   tumbuh   liar/meliar   kembali   di   wilayah  tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama.

JENIS TANAMAN

Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku  komering, duku metesih dan duku condet.

MANFAAT TANAMAN

Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan  lainnya.   Bagian   lain   yang   bermanfaat   adalah   kayunya   yang   berwarna   coklat   muda  keras     dan   tahan    lama,    digunakan     untuk    tiang   rumah,    gagang     perabotan     dan  sebagainya. Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare  dan   obat   menyembuhkan   demam.   Sedangkan   kulit   kayunya   yang   rasanya   sepetdigunakan untuk mengobati disentri, sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk  menyembuhkan bekas gigitan kalajengking.*

Duku amat bervariasi dalam sifat-sifat pohon dan buahnya; sehingga ada pula ahli yang memisah-misahkannya ke dalam jenis-jenis (spesies) yang berlainan. Pada garis besarnya, ada dua kelompok besar buah ini, yakni yang dikenal sebagai duku, dan yang dinamakan langsat. Kemudian ada kelompok campuran antara keduanya yang disebut duku-langsat, serta kelompok terakhir yang di Indonesia dikenal sebagai kokosan.

Kelompok yang dikenal sebagai

Duku-L. domesticum var. duku

 

Duku (L. domesticum var. duku) umumnya memiliki pohon yang bertajuk besar, padat oleh dedaunan yang berwarna hijau cerah, dengan tandan yang relatif pendek dan berisi sedikit buah. Butiran buahnya besar, cenderung bulat, berkulit agak tebal namun cenderung tidak bergetah bila masak, umumnya berbiji kecil dan berdaging tebal, manis atau masam, dan berbau harum.

 

 

 

Langsat-L. domesticum var. domesticum

 

Langsat (L. domesticum var. domesticum) kebanyakan memiliki pohon yang lebih kurus, berdaun kurang lebat yang berwarna hijau tua, dengan percabangan tegak. Tandan buahnya panjang, padat berisi 15–25 butir buah yang berbentuk bulat telur dan besar-besar. Buah langsat berkulit tipis dan selalu bergetah (putih) sekalipun telah masak. Daging buahnya banyak berair, rasanya masam manis dan menyegarkan. Tak seperti duku, langsat bukanlah buah yang bisa bertahan lama setelah dipetik. Dalam tiga hari setelah dipetik, kulit langsat akan menghitam sekalipun itu tidak merusak rasa manisnya. Hanya saja tampilannya menjadi tidak menarik.**

 

Kokosan-L. domesticum var. aquaeum

 

Kokosan (L. domesticum var. aquaeum) dibedakan oleh daunnya yang berbulu, tandannya yang penuh butir buah yang berjejalan sangat rapat, dan kulit buahnya yang berwarna kuning tua. Butir-butir buahnya umumnya kecil, berkulit tipis dan sedikit bergetah, namun sukar dikupas. Sehingga buah dimakan dengan cara digigit dan disedot cairan dan bijinya (maka disebut kokosan), atau dipijit agar kulitnya pecah dan keluar bijinya (maka dinamai pisitan, pijetan, bijitan).  Berbiji relatif besar dan berdaging tipis, kokosan umumnya berasa masam sampai masam sekali.

Kultivar duku yang paling terkenal di Indonesia adalah duku palembang, terutama karena manis rasanya dan sedikit bijinya. Sebetulnya penghasil utama duku ini bukanlah Kota Palembang, melainkan daerah Komering (Kabupaten OKU dan OKI) serta beberapa wilayah lain yang berdekatan di Sumatera Selatan. Tempat lain yang juga menghasilkannya adalah kawasan Kumpeh, Muaro Jambi, Jambi. Duku dari wilayah-wilayah ini dipasarkan ke pelbagai daerah di Sumatera dan Jawa, dan bahkan diekspor.

Di samping duku palembang, berbagai daerah juga menghasilkan dukunya masing-masing. Di Jawa, beberapa yang terkenal secara lokal adalah duku condet (dahulu juga duku menteng dan duku depok) dari seputaran Jakarta; duku papongan dari Tegal; duku kalikajar dari Purbalingga; duku karangkajen dan duku klaten dari Yogyakarta; duku matesih dari Karanganyar; duku woro dari Rembang; duku sumber dari Kudus, dan lain-lain. Di Kalimantan Selatan, dikenal duku Padang Batung dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.[12]

Mengingat daya tahan buahnya yang tak seperti duku, langsat umumnya dikenal secara lebih terbatas dan lokal. Beberapa kultivar yang populer, di antaranya adalah langsep singosari dari Malang, langsat tanjung dari Kalsel, langsat punggur dari Kalbar, dan sebagainya. Dari Thailand dikenal langsat uttaradit, dan dari Luzon, Filipina, dikenal langsat paete.**

Untuk kesehatan, duku bermanfaat terutama buah, kulit, dan benalu.

Kandungan:
* buah
– kalori
– protein
– lemak
– mineral
– zat besi

* benalu
– anti kanker

Khasiat:
* kulit dan biji
– obat diare
– pengusir nyamuk
caranya dengan membakar kulit duku

* benalu duku
– anti kanker
– obat pilek
– obat batuk

Penelitian terbaru membuktikan benalu duku dapat mengatasi diabetes.

Sumber: disarikan dari berbagai sumber.***

 

Di Indonesia, varietas yang termasuk unggul antara lain komering (palembang), metesih, woro, condet dan langsat Punggur di Kalimantan Barat, 20 km arah barat daya dari kota Pontianak. Duku dan langsat adalah tanaman musiman, artinya tidak sepanjang tahun berbuah.

Dilihat dari komposisi zat gizinya, buah duku tidak terlalu mengecewakan. Setiap 100 gr buah terkandung kalori 70 kal, protein 1.0 g, lemak 0.2 g, karbohidrat 13 g, mineral 0.7 g, kalsium 18 mg, fosfor 9 mg dan zat besi 0.9 mg. Untuk kandungan kalori, mineral dan zat besinya, setingkat lebih tinggi dibandingkan dengan buah apel atau jeruk manis.

Kandungan lain yang bermanfaat adalah dietary fiber atau serat. Salah satu zat yang bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan, mencegah kanker kolon dan membersihkan tubuh dari radikal bebas penyebab kanker.

Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya. Buah mentah berwarna hijau, bergetah dan citarasanya sangat asam.

Seiring matangnya buah, kulit akan berubah kekuningan dan daging buah akan berasa manis. Bagian lain yang bermanfaat adalah kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama, digunakan untuk tiang rumah, gagang perabotan dan sebagainya.

Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare dan obat menyembuhkan demam. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet digunakan untuk mengobati disentri, sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk mengobati gigitan serangga berbisa dan obat disentri.

Sebagian orang juga percaya, benalu pohon ini dapat menghambat dan membasmi sel-sel kanker.

Duku juga dapat dijadikan beragam sajian lezat dan nikmat, seperti untuk isi puding, campuran fruits cocktail atau sebagai bahan baku selai. Untuk selai, siapkan 1500 gr daging buah yang sudah diblender halus, 600 gr gula pasir, 100 ml air, 5 gr gelatin, 30 ml air jeruk lemon dan ½ sdt vanila essens.

Semua bahan dicampur jadi satu, panaskan hingga tekstur mengental dan warna kekuningan. Selagi panas simpan di dalam botol kaca, tutup rapat, kini Anda mempunyai selai yang lezat dan siap digunakan kapan saja.

Variasi lain yang dapat dibuat adalah puding buah. Caranya buah duku dapat diblender kemudian dicampur dengan adonan agar-agar atau dibiarkan utuh untuk isi puding. Teksturnya kenyal dengan citarasa manis, segar dan sedikit asam menjadikan puding terasa lebih istimewa dan cantik tampilanya.

Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta), Sumatera (Komering, Sumatera Selatan) dan Jakarta (Condet).****

 

* http://www.warintek.ristek.go.id/pertanian/duku.pdf, http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=2&doc=2a5

** http://id.wikipedia.org/wiki/Duku

***http://health.detik.com/read/2010/03/09/132422/1314414/769/herbal-duku?l993306769

**** http://www.anneahira.com/buah-buahan/duku.htm

Posted in: Duku