Manfaat Pepaya

Posted on March 5, 2011

0


Buah Pepaya

Pepaya (carica papaya) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Tanaman ini menyerupai palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan, rasanya seperti buah melon.

Tinggi pohon dapat mencapai 8 sampai 10 meter dengan akar yang kuat. Helaian daunnya menyerupai telapak tangan manusia.

Apabila daun tersebut dilipat menjadi dua bagian persis di tengah, akan nampak bahwa daun tersebut simetris. Rongga dalam pada buah berbentuk bintang apabila penampang buahnya dipoting melintang. Tanaman ini juga dibudidayakan di kebun-kebun luas karena buahnya yang segar dan bergizi.

Adapun pemanfaatan pepaya untuk obat bisa menggunakan cara berikut:

Batu Ginjal

– Hari Pertama, 3 lembar daun yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun tersebut diminum 1 gelas sekaligus.

– Hari Kedua, 5 lembar daun yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun diminum 1 gelas sekaligus.

– Hari Ketiga, 7 lembar daun yang masih segar direbus dengan air secukupnya, kemudian air rebusan daun diminum 1 gelas sekaligus.

– Untuk menutupnya ditambah dengan minum air kelapa muda (degan=Jawa), yang dipilih dari buah kelapa hijau.

Catatan : bagi yang mengidap hipertensi tidak boleh minum resep ini.

Hipertensi (tekanan darah tinggi)

2 potong akar pepaya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Diminum 2 kali sehari 1 cangkir

Malaria

1 lembar daun pepaya, tempe busuk sebesar ibu jari, garam secukupnya, ditumbuk halus, kemudian diperas dan disaring untuk diambil airnya. Diminum 1 kali sehari selama 7 hari berturut- turut.

Kekurangan ASI

Buah yang masih hijau (muda) tanpa dikuliti dibelah menjadi 2 bagian, sebagian direbus dengan air dan sebagian yang lain menggunakan cuka. Air rebusan tersebut diminum 2-3 sendok teh sehari dan dilakukan secara teratur.

Sakit Keputihan

1 lembar daun pepaya dicincang halus, kemudian direbus bersama 1 potong akar rumput alang-alang, adas pulosari secukupnya dengan 1,5 liter air sampai mendidih dan disaring. Diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara teratur.

Rematik

  • Buah dipotong penampangnya. 2 butir telur ayam kampung dimasukkan dalam pepaya melalui lubang yang telah dibuat dengan memotong penampang tadi, ditutup kembali rapat-rapat dan dibakar hingga telur yang ada di dalamnya masak. Telur yang sudah masak tersebut dimakan pagi dan sore
  • 2 potong akar tanaman, 1 lembar daunnya ditumbuk halus, kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring. Diminum 1 kali sehari 1 gelas pada sore hari.

Malnutrisi (gejala kekurangan salah satu zat makanan pada balita)

  • 2 lembar daun pepaya, 3 tangkai daun dadap serep, kapur sirih secukupnya. Semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus, dipergunakan sebagai bedak dan dioleskan pada perut balita yang sakit.
  • 1 lembar daun papaya, direbus dengan 1,5 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminumkan pada balita 2 sendok makan setiap hari.

Gangguan saluran kencing

3 potong akar pepaya direbus dengan 1 liter air air sampai mendidih, kemudian disaring. Diminum 1 kali sehari setengah gelas.

Haid berlebihan

Buah pepaya yang masih hijau (muda) direbus dengan air sampai masak dan dimakan dagingnya.*

Getah atau enzim dari buah pepaya dapat membantu mengurangi kentut yang dialami seseorang karena gangguan pencernaan.**

 

Bunga Pepaya

Enzim pepaya disebut dengan papain. Papain yang sering digunakan untuk membantu sistem pencernaan secara alami, terbuat dari getak putih atau getah susu yang ditemukan pada buah pepaya muda dan batang pepaya.

Ilmuwan University of Pittsburgh Medical Center menjabarkan getah pepaya yang sudah diekstrak dan dikeringkan menjadi bubuk sering digunakan untuk membantu tubuh mencerna protein dan mengobati gangguan pencernaan termasuk sering kentut.

Papain juga memiliki efek modulasi pada sistem kekebalan tubuh dan antitumor atau bersifat antikanker. Papain bersifat sama seperti enzim yang terdapat pada pankreas manusia dan berfungsi untuk mencerna dan merangsang reaksi sel.

Oleh karena itu, seperti dilansir Livestrong, Kamis (3/2/2011), enzim pepaya dapat sangat membantu bagi orang yang tidak cukup memproduksi enzim pankreas, yang menyebabkan gejala gangguan pencernaan seperti perut kembung dan sering kentut.

Selain itu, papain juga memiliki efek menguntungkan bagi orang yang mengalami sakit kronis, alergi makanan dan penyakit autoimun.

University of Michigan Health System menuliskan orang yang menderita pankreatitis, alergi makanan, penyakit celiac, penyakit Crohn atau penyakit gastroesophageal reflux (GERD), bisa menggunakan papain untuk meringankannya.

Selain makan buah pepaya, papain atau enzim pepaya juga dapat diperoleh dengan mengekstrak getah pepaya dan mengeringkannya menjadi bubuk.

Namun pada beberapa orang tertentu, papain sering menimbulkan efek samping tertentu, seperti menyebabkan iritasi mulut, alergi, peradangan perut, kerongkongan atau usus.

Papain juga dapat berinteraksi negatif terhadap obat-obatan tertentu dan menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius bagi sebagian orang. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan papain bila Anda memiliki alergi atau sedang minum obat-obatan tertentu.

Biasanya orang yang tidak menggunakan getah pepaya yang sudah diekstrak akan mengambil getah yang ada di daun pepaya. Caranya dengan merebus dauh pepaya sehingga getahnya bisa ikut keluar dan rebusan airnya diminum ditambah sedikit garam.**

 

*http://www.anneahira.com/tanaman-obat/pepaya.htm

**http://health.detik.com/read/2011/02/03/083744/1559568/766/getah-pepaya-bagus-untuk-orang-yang-sering-kentut?881104755

Posted in: Pepaya